Pemprov DKI Jakarta Jadikan Vaksinasi Persyaratan Administrasi Berkegiatan

Pemprov DKI Jakarta Jadikan Vaksinasi Persyaratan Administrasi Berkegiatan
Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan

JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta senantiasa mengutamakan keselamatan warga dalam setiap kebijakannya. Termasuk, kebijakan mengenai vaksinasi menjadi persyaratan administrasi bagi warga untuk bisa melakukan berbagai aktivitas.

Persyaratan ini, juga merupakan upaya untuk mendata warga yang belum tervaksin agar bisa segera memperoleh vaksinasi. Sehingga, adanya kebijakan ini membuat warga tidak terkena sanksi administratif, seperti penundaan atau penghentian pemberian jaminan sosial atau bantuan sosial, penundaan atau penghentian layanan administrasi pemerintahan, hingga sanksi sesuai ketentuan umum UU tentang wabah penyakit menular, sebagaimana amanat pada Peraturan Presiden (Perpres) No.14 Tahun 2021 pasal 13 A dan pasal 13B.

Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan di Balai Kota Jakarta, Sabtu (31/7/2021) menyatakan, kebijakan ini diambil dengan mempertimbangkan riset ilmiah di bidang medis dan didukung dengan fakta lapangan di Jakarta, bahwa vaksinasi terbukti mampu menurunkan risiko keparahan dan risiko kematian akibat COVID-19.

“Dari 4, 2 juta orang ber-KTP DKI Jakarta yang sudah divaksin minimal dosis pertama, hanya 2, 3 persen yang tetap terinfeksi. Angkanya kecil sekali. Dan sebagian besar dari mereka yang terinfeksi ini, dari 2, 3 persen itu, mereka tidak bergejala atau bergejala ringan, ” kata Gubernur Anies, seperti dikutip dalam rilis PPID DKI Jakarta, Minggu (1/8/2021).

Sementara, dari 4, 2 juta orang yang sudah divaksin tersebut, hanya 0, 013 persen yang meninggal sesudah terpapar  COVID-19, atau sekitar 13 kasus per 100 ribu penduduk. Maka itu, jika dilihat, yang sudah divaksin tersebut Case Fatality Rate atau tingkat kematian kasusnya menurun sampai kurang dari 1/3 dibandingkan mereka yang belum vaksin.

“Artinya, temuan riset medis kita tahu, dan data di Jakarta, tadi sudah saya paparkan, menunjukkan bahwa mereka yang sudah divaksin risikonya terbukti di lapangan jauh lebih kecil, daripada mereka yang belum divaksin, ” ungkap Gubernur DKI Anies.

Gubernur Anies mengingatkan untuk tidak salah mengartikan dan menganggap kematian sekadar angka statistik. Karena, di balik setiap kematian, ada keluarga, ada saudara, teman yang kehilangan orang-orang yang dicintai dan bahkan kehilangan orang-orang yang diandalkan untuk menopang kehidupan keluarga.

“Setiap kematian adalah duka. Dan setiap kematian juga sesungguhnya adalah takdir Allah yang tidak bisa dimajukan, tidak bisa diundurkan. Itu sesuatu yang kita yakini, ” ujar Gubernur DKI Anies.

"Data menunjukkan bahwa yang sudah vaksin risiko kematiannya menurun dan risiko gejala beratnya menurun. Oleh karena itulah, kita harus ikhtiar untuk mengurangi risiko, meninggikan potensi keselamatan diri, keselamatan keluarga, keselamatan lingkungan kita. Dengan cara melakukan vaksinasi, " imbuhnya.

Gubernur Anies mengatakan, merujuk pada data-data tersebut, dan melihat kenyataan bahwa kecepatan pemberian vaksin di Jakarta cukup tinggi, serta jangkauan yang sudah tervaksin mencapai 7, 5 juta orang, maka Pemprov DKI Jakarta memutuskan vaksin menjadi bagian dari tahapan untuk kegiatan di masyarakat, baik kegiatan ekonomi, keagamaan, sosial, budaya di Jakarta.

“Artinya apa? Sebelum kegiatan dimulai, maka pelaku di sektor itu, pelaku kegiatannya harus vaksin dulu. Pembukaannya akan diatur bertahap dan tahapan itu ada kaitannya dengan vaksin. Jadi, misalnya tukang cukur mau buka, boleh. Tapi tukang cukurnya vaksin dulu, dan yang mau cukur harus sudah vaksin. Warung, restoran mau buka, boleh. Tapi, karyawannya vaksin dulu. Yang mau makan di restoran juga harus sudah vaksin, ” tegas Gubernur Anies.

Begitu juga dengan kantor-kantor non-esensial, pusat perbelanjaan, tempat hiburan, yang boleh buka jika sudah vaksin. Sehingga, tahapan pembukaan diiringi dengan keharusan untuk melakukan vaksinasi pada semua pelakunya. Baik yang bekerja di tempat itu, maupun yang berkunjung.

Syarat vaksin sebagai administrasi berkegiatan ini termasuk pada kegiatan keagamaan. Penyelenggaranya, maupun pesertanya, semua harus sudah melakukan vaksinasi.

“Bagaimana caranya untuk bisa memeriksa? Ada banyak cara, tapi salah satunya dengan menggunakan aplikasi JAKI. Dengan aplikasi ini, langsung terlihat apakah Anda sudah divaksin, apakah sudah divaksin satu kali, apakah sudah divaksin dua kali, apakah Anda belum vaksin, itu langsung terlihat. Ada juga, menggunakan SMS dari PeduliLindungi sebagai bukti vaksinasi. Juga ada sertifikasi digital dari Kementerian Kesehatan. Jadi banyak alat yang bisa digunakan untuk menunjukkan status vaksinasinya, ” jelas Gubernur DKI Anies.

Kemudian, Gubernur Anies juga menyebut, bagi warga yang baru sembuh dari COVID-19 dan belum bisa ikut vaksin, nanti tetap akan ada ketentuannya. Yakni, silakan bawa surat dari fasilitas kesehatan yang membuktikan bahwa penyintas COVID-19. Ketentuan ini juga akan ada bagi kelompok yang belum bisa vaksin karena kondisi kesehatan tertentu, cukup dengan surat keterangan dokter dari fasilitas kesehatan sebagai buktinya.

Gubernur Anies menekankan agar warga tidak menghindari divaksin, tidak memalsukan bukti, maupun berbohong, karena pihaknya akan menyiapkan berbagai anitisipasi untuk hal tersebut. Karena, sudah jelas bahwa vaksin itu aman, menurunkan risiko kematian, dan mendapatkan vaksin itu sangat mudah, serta gratis. Justru, membahayakan diri sendiri bagi yang terus-menerus menghindari vaksin.

“Jadi, mengapa kewajiban vaksin itu juga ada sebelum kegiatan dimulai? Karena potensi penularan tetap ada dan kita ingin melindungi. Artinya, kalau ada kegiatan dan tetap tertular, insya Allah risikonya kecil untuk terjadi kasus berat apalagi pemberatan, apalagi pada fatalitas, ” ujar Gubernur Anies.

Gubernur Anies mengajak kepada semua warga yang belum vaksin untuk menyegerakan vaksin. Caranya, bisa mendaftar melalui aplikasi JAKI atau bisa langsung datang ke fasilitas kesehatan terdekat.

"Jadi, siap-siap dari sekarang yang sudah mau memulai kegiatan, mulainya dengan memastikan vaksinasi dilakukan, " pungkasnya. (***)

Anies Baswedan JAKARTA
Update

Update

Related Posts

Peringkat

Profle

Aa Ruslan Sutisna

Update

Update verified

Postingan Bulan ini: 0

Postingan Tahun ini: 32

Registered: Jul 9, 2020

Narsono SoN

Narsono SoN

Postingan Bulan ini: 0

Postingan Tahun ini: 1

Registered: Jul 28, 2021

Udin Komarudin

Udin Komarudin

Postingan Bulan ini: 0

Postingan Tahun ini: 0

Registered: Jul 28, 2021

Agung widodo

Agung widodo

Postingan Bulan ini: 0

Postingan Tahun ini: 0

Registered: Oct 26, 2021

Profle

Aa Ruslan Sutisna

Mayor Inf Sudaryo Terus Wujudkan Herd Immunity Dengan Percepatan Vaksinasi Di Wilayahnya 
Raih Swasti Saba Wistara Kedua Kali, Wabup Sukabumi: Kami Satu-Satunya di Jawa Barat Peraih Penghargaan Ini
Bhabinkamtibmas Polsek Cikakak Monitor Kegiatan Vaksinasi Di Sekolah MTs Ash-Shobariyah Desa Sirnarasa
Polsek Cikakak Giat Monitor Dan Pendampingan Percepatan Vaksinasi Di MTs Zaelani Al Mansyur

Follow Us

Recommended Posts

Bio Farma Pastikan Stok Vaksin COVID-19 Aman
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid: Secara Nasional, Kasus Covid-19 Terjadi Penurunan Sebesar 18%
Pemprov DKI Jakarta Jadikan Vaksinasi Persyaratan Administrasi Berkegiatan
dr Siti Nadia Tarmizi: Diagnosis COVID-19 Cukup dengan Tes Antigen
Mendagri M.Tito Karnavian: Positif COVID-19 Menurun di Indramayu Bukti Keberhasilan PPKM